Imam Riadi | Official Forum | » Kuliah » |TG18633| >> Teknologi Wireless dan Aplikasinya

Tugas Minggu 2 - Teknologi Wireless dan Aplikasinya

(35 posts)
  1. admin
    Key Master

    Mohon untuk mengerjakan tugas ke-2 minggu ini;
    Deadline waktu pengumpulan : 24 Oktober 2011

    #1. berikan penjelasan perbedaan protokol TCP dan UDP
    #2. jelaskan model pengalamatan IPv4 (ABCD,E) dan pengalamatan IPv6
          (unicast, multicast dan anycast)
    #3. jelaskan fungsi subnetting dalam jaringan komputer
    #4. berapa komputer yang dapat menggunakan IP : 192.168.0.1/28,
          berikan gambaran ilustrasi dan penjelasannya

    Tugas ini, di diskusikan di forum ini, dan versi soft copy seperti biasa dikirim via email ke : files.riadi@gmail.com dengan subject sbb :
    Subject : Tugas2-NIM-PRODI-KAMPUS-MK
                   Tugas2-0701622-TIF-UAD-Teknologi Wireless dan Aplikasinya

    Semoga bermanfaat.

    Posted 7 months ago #
  2. 08018160
    Member

    1. TCP adalah dasar dari koneksi ,UDP adalah TCP yang connectionless

    2. Dalam penggunaannya, IPv4 dibagi menjadi 2, yaitu:

     

    IP Public, yaitu IP yang depat dilewatkan pada jaringan Internet, sifatnya terbatas dan tidak dapat diduplikasi (bersidat unik).

    IP Private, yaitu IP yang tidak dapat dilewatkan papa jaringan Internet (hanya bekerja pada jaringan ‘lokal’). IP Private dapat diduplikasi namun harus dalam jaringan yang berbeda.

    Range IP Private:

    Kelas A: 10.0.0.0 – 10.255.255.255 atau 10.0.0.0/8

    memiliki 1 network

    Kelas B: 172.16.0.0 – 172.31.255.255 atau 172.16.0.0/12

    memiliki 16 network

    Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.255 atau 182.168.0.0/16

    memiliki 256 network

    Pengalamatan IP memiliki batasan-batasan, karena selain harus menggunakan nilai yang unik, ada beberapa alamat IP yang tidak dapat digunakan karena telah di-assign untuk tujuan tertentu. Alamat-alamat itu antara lain:

     

    Alamat 127.0.0.1, digunakan untuk local host (loopback)

    Alamat dengan ’0′ semua pada host portion, meruakan network ID

    Alamat dengan ’1′ semua pada host portion, merupakan alamat untuk broadcast dalam satu jaringan

    Alamat dengan ’1′ semua, merupakan alamat broadcast.

    3.fungsi subnetting.

     

    A. Mengurangi ukuran broadcast domain (tentu bisa mengurangi penyebaran virus)

    B. Memudahkan administrasi jaringan

     

     

    Posted 7 months ago #
  3. 07018132
    Member

    TCP ( Transmission Control Protocol ) merupakan protocol transport yang andal ( reliable ), hal ini dikarenakan protokol TCP mempunyai mekanisme yang memastikan packet dapat diterima oleh client. Pada saat TCP mengirimkan data ke penerima, TCP akan memberikan state acknowledgement. Apabila state acknowledgement tidak diterima, maka TCP akan secara otomatis mengirim ulang data dan menunggu dengan selang waktu tertentu namun apabila dalam selang waktu tertentu TCP gagal mengirimkan data, maka koneksi akan dihentikan.

     

    UDP ( User Datagram Protocol ) adalah transport layer yang tidak andal ( unreliable ), connectionless dan merupakan kebalikan dari transport layer TCP. Dengan menggunakan UDP, setiap aplikasi socket dapat mengirimkan paket – paket yang berupa datagram. Istilah datagram diperuntukkan terhadap paket dengan koneksi yang tidak andal ( unreliable service ). Koneksi yang andal selalu memberikan keterangan apabila pengiriman data gagal, sedangkan koneksi yang tidak andal tidak akan mengirimkan keterangan meski pengiriman data gagal.

     

    Pada IPv4 terdapat kelas-kelas, yaitu:

    · Kelas A, dengan komposisi network.host.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255

    · Kelas B, dengan komposisi network.network.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255

    · Kelas C, dengan komposisi network.network.network.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255

    · Kelas D, digunakan untuk alamat multcast, range yang digunakan adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255

    · Kelas E, digunakan untuk riset, range yang digunakan adalah 240.0.0.0 sampai 255.255.255.255

    Ipv6

     

    Untuk mengantisipasi habisnya IP address di dunia, diciptakanlah versi baru IP yaitu IPv6. Perbandingan kapasitas IPv4 dan IPv6 sangat jauh, IPv4 yang terdiri dari 32 bit hanya tersedia sebanyak2^32 = 4,3 x 10^9 alamat, sedangkan IPv6 terdiri dari 128 bit dan dapat menampung 2^128 = 3,4 x 10^38 [340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456] alamat. Dengan munculnya IPv6 masalah kekurangan alamat langsung terpecahkan.

    Berbeda dengan IPv4 yang ditulis dengan metode dotted decimal, IPv6 ditulis dengan hexadesimal. Setiap pasang bytes dinamakan blocks dan dipisahkan dengan titik dua [:]. Contoh alamat IPv6 adalah
    2001:0008:3c4d:0000:0000:0000:abcd:ef12
    Alamat kayak gini pastinya kepanjangan jadi ada beberapa metode untuk memperpendek alamat ini.

    1. Angka awal 0 pada setiap block dapat dihilangkan,jadi :
    2001:8:3c4d:0:0:0:abcd:ef12

    2. Satu urutan block dengan nilai nol [0] dapat dihilangkan, jadi
    2001:8:3c4d::abcd:ef12

    Alamat yang terakhir ini merupakan bentuk alamat tersingkat dari IPv6 dan disebut compressed form.

    Prefiks network pada IPv6 ditulis sama dengan IPv4, yaitu dengan menggunakan tanda garis miring dan jumlah bit yang merupakan network address dalam angka desimal. Jadi contoh alamat IP yang benar adalah
    2001:8:3c4d::abcd:ef12/64

    Alamat diatas berarti 64 bit pertama merupakan alamat network dan 64 bit berikutnya berupakan alamat host.

     

     

    Fungsi dari subnetting sendiri yaitu:

    A. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.

    B. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.

    C. Pengelolaan yang disederhanakan.

    D. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh, contoh: WAN yang menggunakan jaringan antar kota yang berbeda

    Posted 7 months ago #
  4. 08018307
    Member

    haduhh masih bingung ngitung subnetingnyaa,,,

    Posted 7 months ago #
  5. 05018010
    Member


     TCP ("Transmission Control Protocol") adalah sebuah protokol berorientasi koneksi, yang berarti bahwa setelah komunikasi itu memerlukan handshaking untuk mengatur end-to-end koneksi. Sebuah koneksi dapat dibuat dari client ke server, dan sejak itu data dapat dikirim sepanjang hubungan itu.

    * Reliable - TCP pengakuan mengelola pesan, transmisi dan timeout. Banyak upaya untuk andal menyampaikan pesan yang dibuat. Jika tersesat sepanjang jalan, server akan kembali meminta bagian yang hilang. Dalam TCP, ada baik ada data yang hilang, atau, dalam kasus timeout beberapa, koneksi akan putus.
    * Memerintahkan - jika dua pesan akan dikirim bersama sambungan, satu demi satu, pesan pertama akan mencapai aplikasi menerima pertama. Ketika paket data tiba dalam urutan yang salah, lapisan TCP memegang data kemudian sampai data sebelumnya dapat disusun kembali dan dikirimkan ke aplikasi.
    * Heavyweight - TCP memerlukan tiga paket hanya untuk mengatur socket, sebelum data aktual dapat dikirim. Ini menangani koneksi, kehandalan dan kontrol kongesti. Ini adalah protokol transport besar yang dirancang di atas IP.
    * Streaming - Data dibaca sebagai sebuah "sungai," dengan tidak membedakan mana satu paket berakhir dan yang lain dimulai. Paket dapat dibagi atau digabungkan ke dalam aliran data yang lebih besar atau lebih kecil sewenang-wenang.

    UDP adalah protokol connectionless sederhana berbasis pesan. Dalam protokol connectionless, tidak ada upaya yang dilakukan untuk men-setup koneksi end-to-end berdedikasi. Komunikasi dicapai dengan mengirimkan informasi dalam satu arah, dari sumber ke tujuan tanpa memeriksa untuk melihat apakah tujuan masih ada, atau jika pihaknya siap untuk menerima informasi. Dengan pesan UDP (paket) lintas jaringan di unit independen.

    * Dapat dipercaya - Bila pesan yang dikirim, tidak dapat diketahui apakah itu akan mencapai tujuan, itu bisa hilang sepanjang jalan. Tidak ada konsep pengakuan, transmisi dan timeout.
    * Tidak memerintahkan - Jika dua pesan dikirimkan ke penerima yang sama, urutan di mana mereka tiba tidak dapat diprediksi.
    * Ringan - Tidak ada pemesanan pesan, tidak ada koneksi pelacakan, dll Ini adalah lapisan transport kecil yang dirancang di atas IP.
    * Datagrams - Paket dikirim secara individu dan dijamin akan utuh jika mereka tiba. Paket memiliki batas-batas yang pasti dan split tidak ada atau bergabung menjadi data stream yg mungkin ada

    mode pengalamatan IPv4 :: pengalamatan IPv4 menggunakan 32 bit yang setiap bit dipisahkan dengan notasi titik
       
    Pada IPv4 mode pengalamatan dibagi kedalam 5 kelas yaitu

       1. Kelas A : range 1-126
       2. Kelas B : range 128-191
       3. kelas C : range 192-223
       4. kelas D : range 224-247
       5. kelas E : range 248-255

    Dari kelima kelas alamat diatas, jenis alamata yang sering dipake adalah alamat kelas A,B,C alamat kelas D biasanya digunakan untuk keperluan multicasting dan kelas E untuk keperluan Experimental. Pada IPv4 dikenal juga istilah subnet mask yaitu angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dan host ID, menunjukkan letak suatu host berada dalam satu jaringan atau lain jaringan
        =>  mode pengalamatan IPv6 :: panjang alamat terdiri dari 128 bit

    Alamat unicast yaitu alamat yang menunjuk pada sebuah alamat antarmuka atau host, digunakan untuk komunikasi satu lawan satu. Pada alamat unicast dibagi 3 jenis lagi yaitu: alamat link local, alamat site local dan alamat global.

    Alamat anycast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini akan dikirimkan ke salah satu alamat antarmuka yang paling dekat dengan router. alamat anycast tidak mempunyai alokasi khusus, karena jika beberapa node/interface diberikan prefix yang sama maka alamat tersebut sudah merupakan alamat anycast.

    Alamat multicast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya untuk node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini maka akan dikirimkan ke semua interface yang ditunjukkan oleh alamat ini. Alamat multicast ini didesain untuk menggantikan alamat broadcast pada IPv4 yang banyak mengkonsumsi bandwidth.

    fungsi subnetting :: Dimana tujuannya untuk mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 4 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 10 komputer (host). Tujuan lainnya juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl. RE Martadinata dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut. Broadcast-broadcast ini secara berkesinambungan dikirim ke semua host dalam sebuah network. Saat traffic broadcast mulai mengonsumsi begitu banyak bandwith tersedia, maka administrator perlu mengambil langkah subnetting untuk mereduksi ukuran broadcast domain tersebut, sehingga diperoleh performansi jaringan yang lebih baik.

    dengan IP 192.168.0.1/28 dapat digunakan untuk 258 komputer.
    contoh ilustrasi dan penjelasan ::

    Misal sebuah network dengan alamat 192.168.0.0/24. Berapa subnetmasknya? Subnet dapat dilihat dari angka /24 berarti subnetnya adalah 24 bit. Karena alamat IP v.4 merupakan 32 bit dan dibagi menjadi 4 (setiap 8 bit dipisah menggunakan titik), jadi subnetnya adalah 255.255.255.0.
    IP = 32 bit = X.X.X.X
    Setiap X mewakili 8 bit, bit = binary = nilai 0 atau 1
    /24 berarti bit yang bernilai 1 ada 24 buah, ditulis dari kiri ke kanan
    /24 = 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

    NB: pada kenyataannya, /xx atau disebut prefix tidak pernah dituliskan saat kita mengonfigurasi IP untuk komputer. Karena komputer sudah dapat menentukan prefix secara otomatis menggunakan subnetmask. Misal, kita akan mengeset IP untuk client/host pada network 192.168.0.0/24, maka yang perlu kita lakukan adalah menentukan alamat IP untuk host (192.168.0.1 – 192.168.0.254), subnetmask default (255.255.255.0), dan alamat default gateway serta alamat DNS servernya saja. Kita tidak perlu menuliskan IP 192.168.0.x/24

    Posted 7 months ago #
  6. 05018240
    Member

    Flash Back Jarkom ...
    Ngacir Nggolek'i pak Taufik ...

    Pada IPv4 terdapat kelas-kelas, yaitu:

    · Kelas A, dengan komposisi network.host.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255

    · Kelas B, dengan komposisi network.network.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255

    · Kelas C, dengan komposisi network.network.network.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255

    · Kelas D, digunakan untuk alamat multcast, range yang digunakan adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255

    · Kelas E, digunakan untuk riset, range yang digunakan adalah 240.0.0.0 sampai 255.255.255.255

    Posted 7 months ago #
  7. 08018174
    Member

    Dalam penggunaannya, IPv4 dibagi menjadi 2, yaitu:

    1. IP Public, yaitu IP yang depat dilewatkan pada jaringan Internet, sifatnya terbatas dan tidak dapat diduplikasi (bersidat unik).
    2. IP Private, yaitu IP yang tidak dapat dilewatkan papa jaringan Internet (hanya bekerja pada jaringan ‘lokal’). IP Private dapat diduplikasi namun harus dalam jaringan yang berbeda.
      Range IP Private:

      • Kelas A: 10.0.0.0 – 10.255.255.255 atau 10.0.0.0/8
        memiliki 1 network
      • Kelas B: 172.16.0.0 – 172.31.255.255 atau 172.16.0.0/12
        memiliki 16 network
      • Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.255 atau 182.168.0.0/16
        memiliki 256 network
    Posted 7 months ago #
  8. 08018324
    Member

    1.a. TCP ( Transmission Control Protocol ) merupakan protocol transport yang andal (     reliable ), hal   ini dikarenakan protokol TCP mempunyai mekanisme yang memastikan packet dapat diterima oleh client.

    b.UDP ( User Datagram Protocol) adalah jenis transfer data yang lain dari TCP. UDP mempunyai karateristik connectionless (tidak berbasis koneksi).  

     

    2.Kayanya Protokol IP mulai dialihkan nih dari IPv4 ke IPv6. Lalu apa bedanya IPv6 dibandingkan IPv4? Selidik punya selidik, setelah cukup lama googling akhirnya nemu jawabanya (walaupun belum tentu bener ). Nah sekarang saya akan coba menbeberkan perbedaannya.Menurut sumber wikipedia.org, IPv6 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang memiliki kapasitas 128-bit. Protokol IP dibagi menjadi 8 blok yang masing-masing berukuran 16-bit dan dipisahkan oleh tanda : (titik dua). Pengalamatannya sendiripun menggunakan hexadecimal (e.g.<strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A). Nah kelebihan yang saya temukan yaitu kemampuan untuk pesederhanaan dengan membuang angka <code style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas. Jika alamat diatas disederhanakan maka akan menjadi<strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A. Berbeda sekali bukan dengan IPv4 yang terdiri dari 4 blok yang berukuran 8-bit dan dipisahkan oleh tanda . (titik).

    Jika pada IPv4 ada pembagian alamat menjadi 5 kelas,

    <ul style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 16px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; list-style-position: outside; ">
    <li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 16px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">
    Kelas A : range 1-126
    <li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 16px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">
    Kelas B : range 128-191
    <li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 16px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">
    kelas C : range 192-223
    <li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 16px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">
    kelas D : range 224-247
    <li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 16px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">
    kelas E : range 248-255

    pada IPv6 tidak dikenal istilah pengkelasan, hanya IPv6 menyediakan 3 jenis pengalamatan yaitu: Unicast, Anycast dan Multicast

     

    <strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">Alamat Anycast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini akan dikirimkan ke salahsatu alamat antarmuka yang paling dekat dengan router. alamat anycast tidak mempunyai alokasi khusus, cos’ jika beberapa node/interface diberikan prefix yang sama maka alamat tersebut sudah merupakan alamat anycast.

    <strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">Alamat Multicast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya untuk node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini maka akan dikirimkan ke semua interface yang ditunjukkan oleh alamat ini. alamat multicast ini didesain untuk menggantikan alamat broadcast pada IPv4 yang banyak mengkonsumsi bandwidth.

    Nah mungkin itu perbedaannya menurut saya sendiri. Bagaimana dengan anda?

    3.a.Subnetting adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil atau yang sering di sebut subnet. Dengan subnetting, kita dapat menentukan jumlah hostyang akan digunakan di dalam jaringan. Bila kita hanya punya 5 host, tapi subnetmask kita tidak kita set  sesuai dengan jumlah host, maka paket data yang masuk ke jaringan akan dibroadcast ke seluruh alamat IP (host), walaupun host itu pada kenyataannya tidak pernah ada. Oleh karena itu, maka kita perlu menggunakan subnetting untuk mengefisiensikan penggunaan bandwitdh jaringan. Beberapa manfaat subnetting ini antara lain: 

    1. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan(collision) atau macet.
    2. Optimasi kerja jaringan
    3. Peyederhanaan pengelolaan jaringan

    Biasanya penulisan IP address adalah seperti 192.168.1.1 , tetapi terkadang dituliskan192.168.1.1/24 , apa arti dari /24? Ini berarti IP 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 (1111111.11111111.11111111.00000000) atau 24 bit subnet mask di isi dengan angka 1. Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.


     


    b.Didalam jaringan komputer dikenal dua istilah IP Address yaitu: IP Private dan IP Public, apa yang dimaksud dengan IP Private dan IP Public tersebut?. IP private adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya tidak perlu diregistrasi sebab oleh router IP jenis ini tidak akan diteruskan kemana-mana. Sedangkan IP publik adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya harus diregistrasi (ke badan penyalur IP address tentunya, maksudnya supaya tidak bentrok) karena IP ini dapat berkeliaran di lalu lintas jaringan internet melewati router-routernya. Dengan kata lain : Komputer yang menggunakan IP private tidak dikenal di internet sedangkan yang menggunakan IP publik dapat dikenal di internet.

    IANA (Internet Assigned Numbers Authority) telah menentukan tiga blok alamat IP Private.

    Posted 7 months ago #
  9. 08018324
    Member

    maap kalau ada yang kurang...

    Posted 7 months ago #
  10. 08018252
    Member

    1.TCP adalah dasar dari koneksi. Hal ini berarti melakukan suatu koneksi langsung antara dua komputer untuk melakukan transfer data antara kedua host. Suatu paket mengandung header dan data gram, pada bagian header dari paket akan mengandung informasi penting tentang :
    * Source Port
    * Destination Port
    * Sequence number
    * Acknowledgement number
    * Header Length (Standard 20 Bytes)
    * Flags (syn, ack, psh, fin, rst, urg)
    * Window size
    * Checksum
    * IP_v4 or IP_v6
    * Header Length
    * DSF
    * Total Length
    * Identification
    * Flags (Set Fragment bit or not)
    * Fragment Offset
    * TTL
    * Protocol (this case TCP)
    * Header checksum
    * Source IP
    * Destination I

    UDP, User Datagram Protocol, adalah TCP yang connectionless. Hal ini berarti bahwa
    suatu paket yang dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa membuat
    suatu koneksi. Sehingga dalam perjalanan ke tujuan paket dapat hilang karena tidak ada koneksi langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak realibel, tetapi UDP adalah lebih cepat dari pada TCP karena tidak membutuhkan koneksi langsung.

     

    2. IPv4

    Protokol IPv4 adalah jenis protokol Internet jaringan yang berfungsi sebagai alamat untuk perangkat yang terhubung ke jaringan. Setelah terhubung ke jaringan, alamat IPv4 adalah ditugaskan oleh host (biasanya sebuah penyedia layanan Internet, atau ISP) ke klien (perangkat pengguna, baik itu komputer, ponsel atau sistem game) sebagai cara untuk mengidentifikasi di mana lalu lintas harus dialihkan .

     

    Alamat protokol IPv4 biasanya ditemukan dalam format xxx.xxx.xxx.xxx atau beberapa variasi darinya, dengan masing-masing x diganti dengan nomor 1-9. Sebagai contoh, 192.168.1.1 adalah alamat umum digunakan untuk router rumah tangga. Alamat ini 32-bit, dan jumlah alamat unik yang tersedia menggunakan IPv4 adalah 2 ^ 32; seacara matematis menjadi hanya di bawah 4,3 miliar kombinasi yang mungkin berbeda.

     

    Model IPv6

    Unicast
    Identifikasi alamat dari sebuah interface. Sebuah paket dikirim ke unicast address akan dikirimkan ke interface tempat address tersebut.


    Anycast
    Identifikasi dari beberapa interface(biasanya berbeda host). Sebuah packet yang dikirimkan ke anycast address akan terkirim ke satu interface anggota anycast terdekat.


    Muticast
    Identifikasi dari beberapa interface. Sebuah packet yang dikirim ke multicast address akan terkirim ke semua interface anggota dari multicast address tersebut.

    3. Fungsi Subnetting

    A) Mengurangi Pemborosan IP address = Jika tidak dilakukan subnetting akan banyak IP address yang tidak terpakai di jaringan tersebut dan membuat lalu lintas jaringan menjadi padat walaupun IP address banyak yang tidak terpakai, lalu lintas paket dalam jaringan bisa mencapai nilai rata-rata yang cukup tinggi, yang banyak disebabkan oleh terjadinya collision pada sebuah jaringan Ethernet (CSMA/CD)

    B) Mengurangi kesulitan dalam Pengelolaannya = Jika Jumlah IP address 32 bit  = Milyaran IP address tersebut di bagi2 menjadi kelas-kelas A,B,C,D,E yang mempunyai tujuan agar mudah dalam pengelolaannya, subnetting juga mempunyai tujuan yang sama persis namun dalam lingkup yang lebih dalam lagi,Misal kelas C mempunyai jumlah Host 254 (Max),Jumlah Host tersebut dapat di kelompok - kelompokan lagi agar lebih mudah di kelola.

    Posted 7 months ago #

RSS feed for this topic

Reply »

You must log in to post.