TCP ( Transmission Control Protocol ) merupakan protocol transport yang andal ( reliable ), hal ini dikarenakan protokol TCP mempunyai mekanisme yang memastikan packet dapat diterima oleh client. Pada saat TCP mengirimkan data ke penerima, TCP akan memberikan state acknowledgement. Apabila state acknowledgement tidak diterima, maka TCP akan secara otomatis mengirim ulang data dan menunggu dengan selang waktu tertentu namun apabila dalam selang waktu tertentu TCP gagal mengirimkan data, maka koneksi akan dihentikan.
UDP ( User Datagram Protocol ) adalah transport layer yang tidak andal ( unreliable ), connectionless dan merupakan kebalikan dari transport layer TCP. Dengan menggunakan UDP, setiap aplikasi socket dapat mengirimkan paket – paket yang berupa datagram. Istilah datagram diperuntukkan terhadap paket dengan koneksi yang tidak andal ( unreliable service ). Koneksi yang andal selalu memberikan keterangan apabila pengiriman data gagal, sedangkan koneksi yang tidak andal tidak akan mengirimkan keterangan meski pengiriman data gagal.
Pada IPv4 terdapat kelas-kelas, yaitu:
· Kelas A, dengan komposisi network.host.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255
· Kelas B, dengan komposisi network.network.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
· Kelas C, dengan komposisi network.network.network.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
· Kelas D, digunakan untuk alamat multcast, range yang digunakan adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
· Kelas E, digunakan untuk riset, range yang digunakan adalah 240.0.0.0 sampai 255.255.255.255
Ipv6
Untuk mengantisipasi habisnya IP address di dunia, diciptakanlah versi baru IP yaitu IPv6. Perbandingan kapasitas IPv4 dan IPv6 sangat jauh, IPv4 yang terdiri dari 32 bit hanya tersedia sebanyak2^32 = 4,3 x 10^9 alamat, sedangkan IPv6 terdiri dari 128 bit dan dapat menampung 2^128 = 3,4 x 10^38 [340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456] alamat. Dengan munculnya IPv6 masalah kekurangan alamat langsung terpecahkan.
Berbeda dengan IPv4 yang ditulis dengan metode dotted decimal, IPv6 ditulis dengan hexadesimal. Setiap pasang bytes dinamakan blocks dan dipisahkan dengan titik dua [:]. Contoh alamat IPv6 adalah
2001:0008:3c4d:0000:0000:0000:abcd:ef12
Alamat kayak gini pastinya kepanjangan jadi ada beberapa metode untuk memperpendek alamat ini.
1. Angka awal 0 pada setiap block dapat dihilangkan,jadi :
2001:8:3c4d:0:0:0:abcd:ef12
2. Satu urutan block dengan nilai nol [0] dapat dihilangkan, jadi
2001:8:3c4d::abcd:ef12
Alamat yang terakhir ini merupakan bentuk alamat tersingkat dari IPv6 dan disebut compressed form.
Prefiks network pada IPv6 ditulis sama dengan IPv4, yaitu dengan menggunakan tanda garis miring dan jumlah bit yang merupakan network address dalam angka desimal. Jadi contoh alamat IP yang benar adalah
2001:8:3c4d::abcd:ef12/64
Alamat diatas berarti 64 bit pertama merupakan alamat network dan 64 bit berikutnya berupakan alamat host.
Fungsi dari subnetting sendiri yaitu:
A. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
B. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
C. Pengelolaan yang disederhanakan.
D. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh, contoh: WAN yang menggunakan jaringan antar kota yang berbeda